A. Konsep Dasar Statistika Bivariat
Statistika bivariat adalah cabang dari statistik yang memfokuskan pada analisis hubungan antara dua variabel. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengukur pola hubungan yang ada di antara kedua variabel tersebut. Dalam praktiknya, statistika bivariat sering digunakan untuk menentukan apakah suatu variabel mempengaruhi variabel lain atau bagaimana keduanya berinteraksi satu sama lain. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam analisis bivariat, bergantung pada jenis data dan tujuan analisis.
Berikut adalah beberapa metode umum yang
digunakan dalam statistika bivariat:
Korelasi:
Korelasi
digunakan untuk mengukur derajat hubungan antara dua variabel. Korelasi
dinyatakan dengan koefisien korelasi
(r) yang berkisar antara -1 hingga 1:
a) r = 1 menunjukkan korelasi positif sempurna.
b) r = -1 menunjukkan korelasi negatif sempurna.
c) r = 0 menunjukkan tidak ada korelasi.
Tabel 1. Kriteria
Tingkat Korelasi
|
Koefisien korelasi |
Tingkat hubungan |
|
0 − 0,19 |
Diabaikan |
|
0,2 − 0,39 |
Sangat kecil dan tidak
erat |
|
0,4 − 0,59 |
Sedang |
|
0,6 − 0,79 |
Tinggi |
|
0,8 − 1 |
Sangat tinggi |
Contoh:
Korelasi
antara frekuensi pelaksanaan upacara adat dengan tingkat partisipasi
masyarakat.
Regresi Linier Sederhana
Regresi
linier sederhana adalah teknik untuk memodelkan hubungan antara satu variabel
dependen (terikat) dengan satu variabel independen (bebas). Tujuan utamanya
adalah untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan nilai variabel
independen.
Persamaan
dasar regresi linier sederhana adalah: Y= a + Bx
Di mana:
Y adalah
variabel terikat X
adalah variabel bebas
a adalah
intersep (nilai Y ketika X = 0),
b adalah
koefisien regresi (menggambarkan perubahan Y untuk setiap perubahan satu unit
X).
Contoh:
Menggunakan
tingkat pendidikan masyarakat untuk memprediksi pelestarian budaya tradisional.
B. Mengumpulkan dan Mengolah Data Berbasis
Budaya
Proyek Berbasis Budaya:
Siswa
diajak mengumpulkan data dari fenomena budaya lokal. Beberapa contoh yang dapat
dilakukan:
1.
Hubungan antara produksi
kerajinan tradisional dengan penjualan di pasar lokal.
2. Hubungan antara pola
konsumsi makanan khas daerah dengan tingkat kesehatan masyarakat.
Metode Pengumpulan Data:
1.
Wawancara, kuesioner, atau observasi
langsung terhadap fenomena budaya setempat.
2. Penggunaan data sekunder dari sumber-sumber lokal seperti kantor desa atau pemerintah daerah.
C. Analisis Data Statistika
Bivariat
Analisis Korelasi:
Siswa
menggunakan data yang telah dikumpulkan untuk mencari hubungan antar variabel
budaya. Misalnya, apakah ada korelasi positif antara frekuensi ritual budaya
dan kesejahteraan komunitas.
Analisis Regresi Linear Sederhana:
Siswa
membuat prediksi berdasarkan hubungan linear antara variabel yang mereka amati,
misalnya, memprediksi tingkat partisipasi dalam festival budaya berdasarkan
lama waktu sosialisasi tradisi.
D. Visualisasi Data dan Interpretasi
Pembuatan Grafik dan Diagram:
Siswa
diminta membuat grafik korelasi atau garis regresi dari data yang mereka
analisis.
Interpretasi Data:
Siswa diminta menjelaskan hasil analisis mereka dan mengaitkannya dengan fenomena budaya yang ada.
E. Cara
menentukan nilai Garis Best Fit
1.
Menentukan korelasi menggunakan https://istats.shinyapps.io/LinearRegression/
● Buka link tersebut muncul tampilan klik dismiss
● Pada tampilan kiri pilih milik sendiri atau enter own
● Paste kan data di kolom x dan y
● Buang baris (rows) yang tidak diperlukan dengan cara blok
baris yang tidak diperlukan kemudian klik kanan pilih remove rows
● Pilih regression line
● Klik submit data dibagian atas regression line
● Muncul hasil analisis data
2. Menentukan
korelasi menggunakan GeoGebra, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
● Buka GeoGebra Classic
● Pilih gambar segitiga lingkaran-titik tiga ke
bawah di pojok kanan atas
● Pilih menu spreadsheet
● Masukkan Data, yang ingin kamu analisis dalam
bentuk dua kolom. Kolom A untuk variabel
X dan kolom B untuk variabel Y.
Misal: Kolom A (X): 5, 7, 9, 10, 13 - Kolom B (Y): 3, 6, 8, 12, 15
● Pilih Data, Sorot atau pilih data di kedua kolom (misalnya,
dari A1 hingga B5 jika ada 5 pasangan data).
● Gunakan Fungsi Korelasi
● Setelah memilih data, klik gambar diagram batang
(histogram), lanjut klik Dua Variabel Analisis
● Muncul gambar dot plot
● Pada bagian bawah gambar pilih regression linear
● Pada bagian atas gambar pilih sigma x
● Lihat Nilai Korelasi
● GeoGebra akan menampilkan nilai korelasi (koefisien korelasi
Pearson) secara otomatis pada bagian statistik. Nilai ini berkisar dari -1
hingga 1:
3. Menentukan korelasi
menggunakan Excel, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:
● Buka Excel
● Pilih file option-add in
● Pilih Analysis toolpak lanjut go (bagian bawah)
● Centang Analysis toolpak lanjut ok
● Masukkan Data
● Buka Excel dan masukkan data yang ingin dianalisis dalam dua
kolom, satu kolom untuk variabel X dan satu kolom untuk variabel Y.
Misal: Kolom A (X): 5, 7, 9, 10, 13 - Kolom B (Y): 3, 6, 8, 12, 15
● Pilih data - data analysis - corelation
● Input range (blok data)
● Pada jendela yang muncul, masukkan rentang data (misalnya, $A$1:$B$20).
● Output range pilih tempat misal di D8
Contoh:
Berikut adalah data kedalaman dan
kekuatan gempa di Indonesia pada bulan September 2024
|
2,4 |
4,4 |
4,7 |
6,4 |
4,5 |
3,4 |
4 |
4,2 |
4,8 |
3,1 |
3,8 |
5,3 |
5,6 |
3,1 |
3,5 |
3,2 |
2,7 |
3 |
4,6 |
|
9 |
61 |
34 |
145 |
10 |
5 |
102 |
12 |
22 |
5 |
15 |
93 |
10 |
5 |
5 |
8 |
5 |
8 |
34 |
Gambarlah dot plot dan garis regresi
linear dari kedua variable tersebut !
Apakah kedalaman dan kekuatan gempa
memiliki hubungan ?
Berapa besar nilai korelasi ?
Tuliskan persamaan regresi liniernya !
Jawab:
Menggunakan https://istats.shinyapps.io/LinearRegression/
scatterplot
Menggunakan geogebra classic
Menggunakan aplikasi Microsoft excel
Nilai korelasi r = 0,614
Persamaan regresi linier Y = -64,6 +
23,1X
Kedalaman dan kekuatan gempa
memiliki hubungan yang positif sedang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar